RSS

PKM – M Pelatihan pembuatan Nata de soya untuk Meningkatkan Ketrampilan Ibu Rumah tangga mengolah Limbah Cair Tahu

Menjalankan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang lolos dibiayai Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) tahun 2013. sasaran mahasiswa sanata dharma Yogyakarta yitu perkumpulan ibu-ibu rumah tangga di desa Kenteng. Antusias warga pada saat pelaksanaan kegiatan pelatihan pembuatan nata de soya sangat luar biasa, baik dalam pembuatan maupun sosialisasinya. kebanyakan dari mereka merupakan ibu-ibu rumah tangga yang berjumlah sekitar 20 orang dan  berumur kisaran 27 sampai 30 tahun. tujuan dari mahasiswa ini igin memberikan pengetahuan kepada ibu-ibu tentang bagaimana memanfaatkan limbah cair tahu menjadi sesuatu yang berguna yaitu menjadi nata de soya. karena sebelumnya limbah ini hanya dibiarkan begitu saja dan dibuang dan mengotori lingkungan serta menghasilkan bau yang menyengat di lingkungan sekitar.

ketika ditanyai pada salah satu warga disana tentang kegiatan yang dilakukan mahasiswa, salah seorang peserta (ibu budi) mengatakan bahwa kegiatan seperti ini yang kami harapkan untuk terus dilakukan, selain menambah pengetahuan kami ini merupakan salah satu upaya penambahan kegiatan dirumah. karena ibu rumah tangga selalu dilihat  identik dengan pekerjaan rumah dan mengurus anak. denga adanya kegiatan seperti ini pengetahuan kami menjadi bertambah dan bisa memanfaatkan sesuatu kan” tuturnya”

Gambar

Pelatihan dan sosialisasi pembuatan nata de soya ini merupakan hasil ide mahasiswa lintas prodi yang di ketuai oleh Firdaus (pendidikan biologi 2010), evilianawati (pend. Biologi), Maria florensi yuniarti tupen (psikologi 2010), dan Febrian Cahyadi (Teknik Informatika 2009).(acko)

GambarGambarGambar

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on June 16, 2013 in Uncategorized

 

Cerita kondisi awal bumi dan perkembangannya dari film HOME

Pada awal pembentukan nya bumi ini terlihat keadaan bumi masih belum stabil dan masih panas karena sedang dalam proses pembentukan. oleh karena itu pada jaman ini tidak ada tanda-tanda kehidupan biasa disebut Jaman azoikum (tidak ada kehidupan ).
Kira-kira 4 milyar tahun yang lalu, keadaan bumi sangat panas seperti layaknya sebuah tungku untuk memasak. Kumpulan debu, asap semuanya bercampur menjadi satu yang kemudian membentuk suatu lapisan yang menyelimuti bumi yang dikenal dengan atmosphere. Perlahan-lahan panas bumi menurun dan mengadakan kondensasi (proses pendinginan) untuk selanjutnya prose situ berlangsung pada kurun waktu yang lama hingga menghasilkan kerak bumi (lapisan bumi yang paling luar). Yang berbentuk cair membentuk samudra atau hidrosfer, yang berbentuk padat disebut litosfer. Pada saat ini kulit bumi tersebut di huni oleh berbagai jenis makhluk hidup yang beraneka ragam. Beranjak ke zaman paleozoikum (kehidupan tertua) Jaman ini berlangsung sekitar 340 juta tahun, keadaan bumi masih belum stabil dan masih terus berubah. Akan tetapi menjelang akhir dari jaman ini mulai ada tanda-tanda kehidupan yaitu dari hewan bersel satu, hewan kecil yang tidak bertulang belakang, jenis ikan, amphibi, reptil dan beberapa jenis tumbuhan ganggang. Karena itulah maka jaman ini dinamakan pula dengan jaman primer (jaman kehidupan pertama ). Lapisan bumi yang dihuni oleh berbagai makhluk hidup itu kita sebut biosfer. Tempat kita Homo sapiens saat ini tinggal.
sejarah perkembangan manusia sejak awal
manusia sudah mulai mengumpulkan makanan, karena dulu populasi manusia masih sangat sedikit sehingga sumber makanan masih melimpah. namun seiring perkembangan zaman, pemikiran manusia semakin berkembang dengan menerapkan teknik berternak dan bercocok tanam untuk mengumpulkan makanan.
semakin berkembangnya otak manusia, semakin banyak

Pada awal pembentukan nya bumi ini terlihat keadaan bumi masih belum stabil dan masih panas karena sedang dalam proses pembentukan. oleh karena itu pada jaman ini tidak ada tanda-tanda kehidupan biasa disebut Jaman azoikum (tidak ada kehidupan ).
Kira-kira 4 milyar tahun yang lalu, keadaan bumi sangat panas seperti layaknya sebuah tungku untuk memasak. Kumpulan debu, asap semuanya bercampur menjadi satu yang kemudian membentuk suatu lapisan yang menyelimuti bumi yang dikenal dengan atmosphere. Perlahan-lahan panas bumi menurun dan mengadakan kondensasi (proses pendinginan) untuk selanjutnya prose situ berlangsung pada kurun waktu yang lama hingga menghasilkan kerak bumi (lapisan bumi yang paling luar). Yang berbentuk cair membentuk samudra atau hidrosfer, yang berbentuk padat disebut litosfer. Pada saat ini kulit bumi tersebut di huni oleh berbagai jenis makhluk hidup yang beraneka ragam. Beranjak ke zaman paleozoikum (kehidupan tertua) Jaman ini berlangsung sekitar 340 juta tahun, keadaan bumi masih belum stabil dan masih terus berubah. Akan tetapi menjelang akhir dari jaman ini mulai ada tanda-tanda kehidupan yaitu dari hewan bersel satu, hewan kecil yang tidak bertulang belakang, jenis ikan, amphibi, reptil dan beberapa jenis tumbuhan ganggang. Karena itulah maka jaman ini dinamakan pula dengan jaman primer (jaman kehidupan pertama ). Lapisan bumi yang dihuni oleh berbagai makhluk hidup itu kita sebut biosfer. Tempat kita Homo sapiens saat ini tinggal.
sejarah perkembangan manusia sejak awal
manusia sudah mulai mengumpulkan makanan, karena dulu populasi manusia masih sangat sedikit sehingga sumber makanan masih melimpah. namun seiring perkembangan zaman, pemikiran manusia semakin berkembang dengan menerapkan teknik berternak dan bercocok tanam untuk mengumpulkan makanan.
semakin berkembangnya otak manusia, semakin banyak pengetahuan baru yang berkembang sehingga metode dan cara pengumpulan makan menjadi lebih modern lagi, semua peralatan yang digunakan serba canggih. Hal ini akan berdampak pada lingkungan.
Dampak kedepan yang akan terjadi pada Bumi tercinta ini perlahan-lahan akan rusak dan hancur, ini telah terbukti pada saat ini yaitu peningkatan suhu bumi yang semakin hari semakin bertambah, selain itu juga berdampak pada krisis pangan dimana-mana.

Diperkirakan, dalam waktu sekitar satu miliar tahun ke depan, kondisi dunia dipengaruhi oleh sinar Matahari yang secara bertahap akan meningkat. Dampaknya juga akan terasa di Bumi. Suhu permukaan akan naik tanpa henti selama beberapa miliar tahun ke depan, dan akan meningkatkan jumlah uap air di udara. Hal ini juga akan meningkatkan suhu, dengan demikian, akan menandai awal berakhirnya kehidupan di Bumi. Peningkatan suhu akan menyebabkan jumlah hujan dan angin berlebihan. Kondisi ini dapat meningkatkan pelapukan batuan silikat, yang akan menyedot karbon tambahan dari atmosfer. Biasanya, karbon tersebut digantikan melalui lempeng tektonik dalam siklus karbon-silikat, seperti yang ditemukan dalam gas vulkanik. Namun, lautan akan mulai menguap, karena suhu terus meningkat, yang mungkin menghentikan lempeng tektonik.
Kurangnya karbondioksida secara efektif akan menghambat kehidupan tanaman di Bumi. Karena, tanaman membutuhkan CO2 untuk pernapasan mereka. Kematian tanaman yang memproduksi oksigen pada akhirnya akan menyebabkan kurang oksigen di atmosfer selama beberapa juta tahun. Ini tentu saja berarti bencana bagi kehidupan hewan yang tersisa di Bumi. Mamalia dan burung diperkirakan menjadi kelompok makhluk pertama yang punah. Selanjutnya ikan, amfibi, dan reptil akan bertahan sedikit lebih lama. Ini disebabkan mereka membutuhkan oksigen lebih sedikit dan memiliki penyesuaian yang lebih besar terhadap panas. Jenis terakhir binatang yang hidup di Bumi kemungkinan adalah invertebrata. Setelah serangga akhirnya menyerah pada suhu yang meningkat, Bumi hanya akan dihuni oleh kehidupan mikroba. Sementara itu, kehidupan terakhir yang tersisa di Bumi akan mencari bagian planet yang masih layak huni. Tapi, organisme yang hidup di wilayah ekstrem (extremophile) juga menghadapi tantangan.

 
Leave a comment

Posted by on May 8, 2013 in Uncategorized

 

ProsePembentukan Bumi serta Kondisi awal Bumi dan perkembangannya saat ini

 
Leave a comment

Posted by on May 8, 2013 in Uncategorized

 

Stop! Jangan Cuci Ayam Sebelum Dimasak

Stop! Jangan Cuci Ayam Sebelum Dimasak

Mencuci makanan biasanya dipilih dengan alasan meminimalisir bakteri. Namun cara itu ternyata tidak selamanya bagus. Pada ayam mentah, Anda malah dianjurkan untuk tidak mencucinya sebelum memasaknya.

Mencuci ayam di bawah keran akan menimbulkan risiko yang lebih tinggi menyebabkan keracunan makanan. Demikian hasil penelitian yang diungkapkan Ketua Dewan Informasi Keamanan Makanan, Dr Michael Eyles, seperti dikutip News.com.au, Rabu (14/11/2012).

Menurut Eyles, cara masak rumahan dengan mencuci ayam di bawah keran sudah seperti tradisi turun-temurun dari orangtua dan nenek. Padahal mencuci ayam bisa mencemarkan dapur.

“Mencuci unggas menyebarkan bakteri di sekitar dapur, mencemari keran, tangan Anda, peralatan dapur, talenan, dan makanan yang tidak dimasak seperti salad atau pun makanan penutup,” jelasnya.

Survei Newspoll menemukan, fenomena cuci hanya terbatas pada ayam. 68 Responden mencuci kalkun dan 74 persen bebek sebelum memasaknya. Dokter percaya, salah satu alasannya karena kasus penyakit Campylobacter dan Salmonella, bakteri yang berhubungan dengan keracunan makanan.

Eyles mengatakan, untuk mengurangi risiko terkena penyakit dari unggas, seseorang tidak usah mencuci ayam mentah sebelum memasaknya karena hal itu akan menyebarkan bakteri di seluruh dapur. Sebaiknya, Anda mengelap kelembaban yang berlebihan dari ayam itu dengan kertas.

Dan jangan lupa untuk selalu mencuci dan mengeringkan tangan, serta permukaan dapur hingga bersih setelahnya kontak dengan unggas yang mentah. Untuk memastikan Anda tidak terkena penyakit dari ayam adalah dengan memasaknya. “Memasak unggas dengan benar bisa membunuh bakteri-bakter ini, dan membuatnya aman,” tegas Eyles.

Dan pastikan tidak ada cairan dari unggas mentah yang mencemari makanan lain, terutama makanan yang tidak dimasak lagi. Anda juga disarankan menggunakan piring dan peralatan yang bersih, cuci serta keringkan dengan benar ketika ayam masih mentah dan setelah masak.

Jangan menempatkan makanan yang sudah dimasak di piring dan talenan yang juga dipakai saat unggas masih mentah. Dan pastikan unggas yang dibekukan disimpan dalam wadah tertutup.

 
Leave a comment

Posted by on November 21, 2012 in Uncategorized

 

Rahasia Tersembunyi yang Menakutkan di Balik Sabun Mandi

Rahasia Tersembunyi yang Menakutkan di Balik Sabun Mandi

Sejumlah lotion dan sabun yang kita gunakan bisa menyebabkan iritasi. Sebelum memakainya, cobalah membaca bahan yang terkandung di dalamnya. Ini perlu dilakukan karena beberapa sabun umumnya menggunakan detergen.

Demikian disampaikan Adam Balogh dari Olive Oil Skin Care Company. Detergen bisa menyebabkan iritasi, kulit kering, dan reaksi alergi lainnya.

“Tidak heran begitu banyak orang bermasalah dengan kulitnya. Ini penting untuk diketahui apa yang Anda pakai di kulit Anda dan gunakan produk-produk alami dengan bahan alami yang bener-bener bermanfaat buat kulit Anda,” kata Balogh seperti dikutip News.com.au, Selasa (20/11/2012).

body+soul menanyakan ke sejumlah ahli daftar 10 teratas bahan yang bermasalah yang ditemukan di sejumlah sabun.

1. Warna buatan (seperti Blue 1, Red 33, Yellow 5, dan Titanium Dioxide)

Cara terbaiknya pilihlah sabun tanpa menambahkan warna dari bahan kimia. “Gagasan di balik sabun adalah menjaga mereka sealami mungkin dan bebas dari sintetis seperti zat perwarna dan pewangi buatan,” jelas Balogh.

Ia mengatakan, pewarna yang sering dipakai dalam sabun adalah putih (titanium dioxide). Selain itu juga tabir surya, yang dianggap aman. Tapi penelitian menunjukkan bahan itu bisa menjadi karsinogen jika dihirup dalam ukuran partikel yang sangat kecil.

2. Pewangi buatan

Berasal dari petrokimia, wewangian dalam kemasan disebut sebagai “parfum” atau “fragrance oil”. Ini bisa menyebabkan alergi dan kulit sensitift.

Rahmat Culhaci, pendiri dan CEO dari Pure and Green, menyarankan orang yang lebih memilih sabun wangi untuk mencari salah satu yang menggunakan minyak esensial organik sebagai alternatifnya.

3. Triclosan

Sabun antibakteri dan antimikroba sering mengandung triclosan yang bisa menyebabkan iritasi kulit. “Pada 2010, indisutri kimia di Australia merilis sebuah laporan yang menyebutkan triclosan bisa disampaikan dari ibu melalui ASI,” jelas Culhaci.

4. Sodium Lauryl and Laureth Sulfate

Ini adalah bahan kimia agar berbusa. Bahan kimia ini bisa menyebabkan iritasi kulit dan peradangan. Terapis Dermal Isabella Loneragan, dari Northern Sydney Dermatology, mengatakan, bahan ini banyak ditemukan pada semua produk yang berbusa, termasuk sabun dan sampo.

“Cara terbaik, cari disodium laureth sulfosuksinat dalam produk perawatan kulit, yang bagus untuk keamanan, stabil dan kelembutan, sekaligus menawarkan busa yang lembut,” kata Loneragan.

5. Methylisothiazolinone

Penelitian menunjukkan ini bisa menjadi neurotoxin, suatu zat yang mempengaruhi sistem saraf. Profesor Rosemary Nixon, dari Yayasan Kanker Kulit, mengatakan, baru-baru ini bahan tersebut boleh digunakan dalam konsentrasi yang lebih tinggi, dan para ahli melihat banyak reaksi alergi.

6. Tetrasodium Etidronate

Ini adalah agen pengkelat yang digunakan untuk melunakkan air dan mencegah buih sabun. “Namun itu memperburuk masalah di kulit, khususnya eksim,” kata Culhaci.

7. Propylene Glycol

Ini adalah agen penebalan yang dikenal memecah sel-sel kulit dan menyebabkan iritasi. Nixon menggambarkannya sebagai alergen langka. “Itu berarti ada kemungkinan reaksi alergi terjadi, sehingga kita lebih suka menggunakan bahan kimia lainnya,” katanya.

8. Kimia aditif seperti Mineral Oil dan Petroleum Oil

“Mineral dan petroleum oil sering digunakan memberikan sensasi halus pada kulit ketika digunakan, yang menjadi titik jual bagi konsumen, tapi mereka sering comedogenic, bisa menciptakan komedo atau lapisan oklusi pada kulit yang mengurangi kemampuannya bernapas,” jelas Loneragan.

9. Tetrasodium EDTA

Ini adalah bahan pengawet sintetis yang terbuat dari formaldehida, karsinogen yang diketahui, dan sodium sianida. Ini bisa menyebabkan iritasi pada mata dan membran mukosa.

10. Coca -midopropyl Betaine

Ini adalah agen pembersih sintetis yang diketahui menyebabkan dermatitis alergi. Peneliti Dr Peter Dingle menjelaskan, bahan kimia ini termasuk kosmetik yang harus dihindari.

11. Nasihat buat kebersihan

Minyak nabati seperti minyak rosehip dan minyak zaitun bagus ketika digunakan bersama dengan produk perawatan kulit. Bahan alami ini bisa meningkatkan tampilan bekas luka dan stretch mark serta proses penyembuhan kulit.

Hindari penggunaan palm oil yang berkelanjutan. “Dalam hal kulit, sabun minyak sawit lebih mengeringkan bila dibandingkan dengan sabun minyak zaitun.”

Makan buah dan sayuran yang mengandung antioksidan lycopene seperti tomat, pepaya, semangka. Ini bagus untuk perawatan kulit Anda.(MEL)

 
Leave a comment

Posted by on November 21, 2012 in Uncategorized

 

Latihan soal

Latihan Soal Pertumbuhan dan Perkembangan Buka latihan Soal

 
Leave a comment

Posted by on October 2, 2012 in Uncategorized

 

Media Pembelajaran ITC

 

 
Leave a comment

Posted by on September 25, 2012 in Uncategorized